Batik

 Pengertian Batik

    Batik adalah sebuah kain yang digambar maupun dicetak dengan proses pembuatannya dengan cara khusus dan dilukis menggunakan cairan lilin malam menggunakan alat yang bernama canting sehingga kain yang kosong akan menjadi kain yang terdapat motif atau corak sehinggan bernilai seni tinggi.

Sejarah Batik Nusantara

    Batik di Nusantara dimulai pada masa kerajaan Majapahit. Hal itu dibuktikan melalui penemuan arca batu dari zaman Majapahit. Dari sekian Arca yang ditemukan terdapat salah satu arca yaitu Arca Harihara menyebutkan bahwa pendiri kerajaan Majapahit yaitu Raden Wijaya mengenakan baju batik yaitu Batik Kawung.

    Kejayaan batik masa Kerajaan Majapahit juga terlihat dari sisa peninggalan batik yang di Mojokerto dan Bonorowo (kini Tulungagung). Tradisi membatik ini hanya dikenal di dalam wilayah kerajaan. Batik sudah menjadi suatu kebudayaan lingkungan kerajaan dan eksklusif. Ia hanya digunakan sebagai pakaian raja dan para pembesar kerajaan.

    Namun,tradisi tersebut sudah menjalar keluar wilayah kerajaan. Ia banyak ditiru oleh rakyat jelata dan menjadi pekerjaan kaum wanita untuk mengisi waktu luang. Namun teknik batik ini sendiri sesungguhnya sudah ada sejak seribu tahun silam. Teknik ini diperkirakan berasal dari Mesir Kuno atau Sumeria. 

    Sejak saat itu teknik membatik berkembang dan menyebar sampai ke beberapa negara, salah satunya Indonesia, China, Afrika, dan Ukraina. Hingga saat ini, belum ada literatur pasti yang dapat memberikan bukti awal kemunculan teknik batik di dunia dan juga sejarah batik Nasional. Berbagai sumber menulis, ada bukti bahwa kain yang dilukis dengan teknik serupa membatik telah digunakan sejak ribuan tahun lalu.

Sejarah Hari Batik Nasional

    Bagi orang Indonesia, batik sudah tidak asing lagi. Selembar kain batik tidak hanya indah dipandang tetapi juga memiliki sejarah penting dibaliknya dari mulai perseteruan,budaya, tingkat kehormatan sampai akhirnya diakui oleh PBB. Batik pertama kali diperkenalkan oleh presiden ke-2 RI yaituPresiden Soeharto saat menghadiri konferensi PBB. Sebelumnya dia juga sering memberikan batik sebagai oleh-oleh untuk tamu negara.

    Setelah itu, batik didaftarkan untuk mendapat  intangible cultural heritage atau daftar warisan budaya di UNESCO pada 4 September 2008. Setelah perjalanan panjang dilalui demi membuat batik diakui oleh UNESCO dan menjadi warisan budaya yang dimiliki oleh Indonesia sehigga pada 9 Januari 2009 di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, batik diterima secara resmi oleh UNESCO, kemudian baru diresmikan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi usai sidang ke-4 UNESCO di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009.

    Menyambut hal baik tersebut, Pemerintah Indonesia menerbitkan Kepres No 33 Tahun 2009 yang menetapkan hari Batik Nasional juga dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya perlindungan dan pengembangan batik Indonesia. Sekretaris Jenderal Menteri Dalam Negeri Hadi Prabowo menandatangani Surat Edaran Nomor 003.3/10132/SJ tentang Pemakaian Baju Batik dalam Rangka Hari Batik Nasional 2 Oktober 2019. UNESCO menilai bahwa teknik, simbol, dan budaya batik melekat dengan jalan panjang kebudayaan Indonesia. Sehingga pada 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Pengertian Batik Situbondo

    Kabupaten Situbondo yang terletak di provinsi Jawa Timur disebelah pesisir pantai utara, selain memiliki keindahan alam yang menakjubkan kota ini juga menyimpan kebudayaan berupa kain khas Kota Situbondo. Motif batik Situbondo kebanyakan bermotif kerang dan hasil laut. Sejarah Batik Situbondo bermula dari batik yang terdapat di desa Selowogo Kecamatan Bungatanyang telah ada sejak zaman penjajahan Belanda yang dinamai Batik Lente. 

    Batik di Situbondo sebenarnya sudah ada sejak tahun 1970 bahkan sebelumnya. Hal ini dibuktikan bahwa terdapat peninggalan kain batik di Desa Peleyan Kabupaten Kapongan (Batik Cotto'an) namun terdapat juga Batik Kilen yang berasal dari Desa Kilensari. Namun beberapa permasalahan terjadi menyebabkan batik yang ada di Situbondo mati suri.  

Komentar